System Protocol
Back to Blog
Blog 5 min readPublished on Aug 2, 2025

Konversi Thermal, Metode Pengolahan Sampah Menjadi Listrik

Konversi Thermal, Metode Pengolahan Sampah Menjadi Listrik
Budi Santoso
Budi Santoso
Lead Solutions Architect

myECO source Universal Eco

Fenomena Sampah di Indonesia

Sampah menjadi salah satu masalah yang kerap kali muncul di lingkungan masyarakat. Tak jarang di sudut-sudut kota ditemui gunungan sampah yang membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap di area sekitar. Dilansir dari indonesia.go.id, sampah juga dapat menimbulkan ledakan yang diakibatkan oleh menumpuknya gas metana dalam gunungan tersebut. 

 Merangkum dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan jumlah timbunan sampah di Indonesia mencapai 18,3 juta ton/tahun. Sedangkan pada tahun sebelumnya, 2022, timbunan sampah mencapai 19,45 juta ton/tahun (katadata). Mayoritas timbulan sampah berupa makanan 41,55% dan sumber terbesar timbulan berasal dari perniagaan, yakni 21, 07%. 

Konversi Thermal Mengolah Sampah Menjadi Listrik

Melihat data di atas, tampaknya pengelolaan sampah harus tetap dikembangkan agar bisa meminimalisir timbulan yang ada. Salah satu inovasi yang bisa dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Sebenarnya, inovasi ini sudah dilakukan sejak lama, namun belum mengalami perkembangan yang begitu pesat. 

Pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini bisa menggunakan metode konversi thermal. Dikutip dari fkip.uns, konversi thermal memiliki metode yang hampir serupa dengan PLTU, akan tetapi pada konversi thermal memerlukan tambahan tempat pengolahan bahan bakar.  Panas yang dihasilkan oleh metode ini digunakan untuk memicu pergerakan steam  yang mampu menggerakan turbin uap. Turbin tersebut telah dihubungkan dengan generator yang nantinya akan mengalirkan listrik ke rumah warga. 

Konversi thermal memiliki 3 cara: insinerasi, pirolisa, dan gasifikasi. Merangkum dari academia.edu, insinerasi merupakan proses oksidasi bahan organik menjadi anorganik yang berupa reaksi oksidasi cepat antara bahan organik dengan oksigen.Cara inilah yang paling banyak digunakan saat ini. Cara kedua, pirolisa yaitu pengkonversian bahan organik pada melalui pemanasan tanpa adanya oksigen. Hasil pirosa nantinya berupa produk gas, methanol, asam asetat, tar, dan padatan char. Sedangkan gasifikasi merupakan konversi termokimia padat organik menjadi gas yang melibatkan proses pembakaran tidak sempurna pada temperatur yang relatif tinggi. 

Cara Kerja Konversi Thermal

Meringkas dari sampaihijau.com, cara kerja konversi thermal ini cukup sederhana. Sampah yang berada di TPA akan dibakar sehingga menghasilkan panas. Panas yang dihasilkan digunakan untuk mengubah air menjadi uap air bertekanan tinggi. Uap dari boiler langsung menuju dan menggerakan turbin yang terhubung dengan generator. Dari generator tersebut akan menghasilkan listrik yang dapat dialirkan ke rumah warga. 

Proses pembakaran yang tidak digunakan, akan diproses sendiri agar tidak mencemari lingkungan. Proses pengolahan sampah menggunakan metode ini cukup ramah lingkungan. Dilansir dari academia.edu, konversi thermal mampu mengatasi polusi. Selain itu, keberadaanya sebagai energi terbarukan dapat menjadi alternatif bagi kebutuhan sehari-hari. 

AIoTEnergy SavingsEnterpriseCase Study

Weekly Insights

Get the latest AIoT and energy efficiency news.

Ready to Optimize Your Energy?

Consult with our experts to discover how myECO's AIoT solutions can reduce your operational costs.